Langsung ke konten utama

"Kilau Ramadhan" karya Rizki Dwi Utami

"Sebulan penuh hikmat. dg pancaran beribu sinar kesyahduan di hati, jiwa, raga umat muslimin wa muslimat.

Bulan yg meluruskan jiwa ke jalan Sang Ilahi Rabbi. Buat semangat para insani bersujud di hadapan Yang Suci.

Dahsyatnya keindahan Ramadhan. Satu bulan yg tak trtandingkan. Lantunan ayat2 Qur'an slalu dikumandangkn. Buat hati tak ada kebosanan.

Semangat hati mendatangi taman syurga, ketika seruan adzan bergema sbagai panggilan yg tak trlupa.

Para insani berbusana rapi, menghadap kitab suci, hilir mudik mengaji, telah merutinitasi keelokan jiwa islami.

Subhanallah, Sungguh bulan terindah dg sgala hikmat, nikmat, serta barokah dr Sang Pencipta yg Maha Segala2nya.

Shingga hati jernih, sjernih air zamzam. Lembut, slembut kapas. Kilau,skilau brlian.Dn cerah, scerah mntri
Dan karenanya, sungguh merugilah bagi mereka yg tak mengkhusukkan saum di waktu Ramadhan, yg nyata ada dg sgala karunia Allah SWT"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjaga Izzah & Iffah

Assalamualaikum, cinta.

Lama nian blog ini usang. Kini aku ingin membicarakanmu, cinta.

Seorang adik bertanya padaku, "Kak, apa itu jodoh?"
Sontak mataku terbelalak, mengapa dia bertanya demikian. Apakah ini tanda-tanda ia miliki calon? Oh, no, aku didahului hehe. Eh, tidak tidak, poinnya bukan itu. Lalu aku berpikir, dari mana aku harus menjelaskannya?

Lantas berhari-hari aku memilih topik yang pas untuk dibicarakan. Lalu aku terpikirkan untuk berbicara tentang izzah dan iffah. Jelas ada hubungannya dengan jodoh. Untuk mendapatkan jodoh yang baik, kitanya pun harus baik, bukan? Nah, salah satunya adalah dengan membangun dan menjaga izzah dan iffah. Meskipun sebenarnya, niat kita harus lurus hanya karena Allah, ya. Bukan karena ingin dapat jodoh baik. Ingat, bukan untuk itu. Biarkan hal itu menjadi bonus saja.

Izzah? Apa itu izzah?
Izzah it's harga diri yang mulia dan agung. Singkatnya, kemuliaan. Sedangkan iffah adalah cara menjaga kemuliaan itu dengan menahan diri see…

Jatuh Cinta

Rindu Menyendiri

Hal yang membuatku bingung adalah menangisi ketidaktahuan. Tidak tahu menagisi apa, tetapi hati gelisah mengundang air mengalir dari mata. "Hatimu terlalu lembek," umpat seseorang. Kupikir, semua hati manusia itu sama lembeknya, kok, sama-sama gumpalan darah, bukan? Hehe. Ya, kutahu maksudnya, aku terlalu perasa? Terlalu dalam memikirkan sesuatu tanpa lekas menjalankan apa yang dipikirkan.
Gelisah bermula dari berbagai hal yang tak sejalan dengan hati (keinginan) sendiri. Termasuk berlelah-lelah. Kamu pikir, aku yang suka menulis kalimat motivasi tak pernah hampir menyerah? Salah, aku pun miliki stok yang terbatas. Hampir menyerah kerap kali kurasakan. Ingin kabur, pamit undur diri, berhenti, sering ingin kulontarkan. Nyatanya aku tak bisa berbicaa pada sesiapa tentang hal ini. Aku yang mudah terbawa tekanan saat orang lain curhat, merasa takut juga jika yang kuajak cerita tertular low motivation sepertiku. Ditambah lagi aku malu, malu jika adik-adik di kampusku tahu bahwa …