Jumat, 09 September 2011

Gadis Cilik Berselimut Airmata, By Rizki.D.U

Diposting oleh Oase Cinta di 01.50
Reaksi: 
0 komentar
Rasa sedih dengan ketidak tahuanku terhadap keadaan yang sebenarnya telah dirasakanku semenjak aku masih berumur tiga tahun.
Mama dan ayahku selalu bertengkar dan saling menyalahkan tak tentu apa masalahnya. Sampai-sampai mamaku memilih untuk kabur dari rumah dengan membawaku.
"Firda mau diajak ke mana, Ma?", tanya aku dengan sangat polos.
"Kita cuma mau jalan-jalan saja kok, Nak. Pasti kamu senang", jawab mamaku.
"Kok ayah tidak ikut, Ma?", tanyaku lagi.
"Biarkanlah, Ayahmu itu memang tugasnya jaga rumah dan ke sawahnya, uangnya hanya sedikit. Orang yang uangnya sedikit alias miskin, tak bisa pergi bersenang-senang seperti kita", jawab mamaku judes.
"Mama kok ngomongnya begitu sih?", tanyaku lagi dengan hati yang sangat terluka, yang padahal waktu itu aku masih berumur lima tahun.
Memang saat itu aku tak mengerti banyak tentang yang dibicarakan mama. Dan ternyata pada saat itu aku di bawa ke rumah baru, dengan maksud mama yang ingin pisah dengan ayah.
Dan kini aku telah beranjak remaja. Aku telah mengetahui semua masalah yang selama ini menyakitiku. Kini aku telah tahu arti sebuah perceraian yang hancurkan kenangan indah yang dulu pernah aku miliki dengan kedua ortuku. Sebenarnya ayah itu orang yang baik namun beliau hanyalah seorang petani yang sedang menipis keuangnnya pada saat itu.
mama tak suka dengan lelaki miskin. Tapi di balik semua itu mama adalah sosok malaikat yang selalu tenangkan gundahku, meski beliau juga sering menyakiti hati saat beliau menyinggung masalah perceraian itu.
Kini mama dan ayah telah memiliki keluarga masing-masing, dan kini aku tinggal bersama paman dan bibiku. Aku sangat senang tinggal bersama mereka. Karena terbangkit semangatku oleh mereka. Mereka selalu mengajarkanku tentang pelajaran agama dan kehidupan yang baik. Kami pun tak jarang bersilaturahmi dengan orang tua kandungku.
Kini aku bukan lagi sang gadis cilik yang berselimut airmata. Kini aku memiliki cita-cita yaitu aku ingin menjadi anak yang membanggakan mama, ayah, bibi, dan paman.
"Semangatlah Firda, buktikan kalau kamu adalah anak yang sholehah dan berprestasi. Banggakanlah orang tuamu. Sejelek-jeleknya orang tuamu, ya merekalah yang harus kamu hargai, dan cintai. Ingat Fir, ikutilah apa yang baik saja dari orang tuamu itu dan jangan ikuti kejelekannya, serahkanlah segala urusanmu hanya kepada Allah SWT", kata bibi Nurjannah menasihatiku.
Nasihat itulah yang sampai saat ini ku dekap di hatiku. Tak perlulah aku sesali segala kesedihan ini. Sampai datanglah kini semangat baru yang sejukan hati, yang selalu indahkan hariku di lingkungan nan asri ini.

 

Rizki Dwi U Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting